RSS

28 Sep

Dari sekian banyak manusia di dunia ini

Yang punya Al Qur’an itu sedikit

Yang punya Al Qur’an dan dibaca lebih sedikit lagi

Yang punya Al Qur’an, dibaca dan hatam lebih sedikit lagi

Yang punya Al Qur’an, dibaca, hatam dan paham isinya lebih sedikit lagi

Yang punya Al Qur’an, dibaca, hatam, paham dan dijadikan panduan hidup lebih sedit lagi

Tetapi, mengapa yang dijadikan panduan hidup hanya hukum perdatanya saja?

Hukum pidananya entah tertinggal dimana

Bukankah hakikatnya hanya kepatuhan seutuhnya

“Sami’na wa atana”

Bukan sami’na wa asoyna “Tunggu dulu, apakah ini ada keuntungan atau tidak. kalau tidak kenapa harus diterapkan?”

Ketetapan syari’at Allah itu mutlak

Kenapa masih memakai alasan alasan yang nyontek alasan alasan orang-orang dulu?

Padahal sudah diceritakan di dalam Al-Qur’an bagaimana azab yang Allah timpakan kepada mereka

Entah harus mengatakan apa, “untungnya” ataukah “sayangnya” ..azab itu tidak Allah tampakkan kepada kita

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28/09/2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: