RSS

Sebuah pelajaran Berharga Untuk Para Wanita

29 Agu

(Sumber gambar : http://www.rahsiachentaku.blogspot.com)

***

Ketika berbuka puasa bersama, seorang sahabat bercerita tentang seorang teman kampusnya yang beberapa waktu lalu meninggal dunia.

“Akhir hidupnya sangat tragis, ia dirampok, diperkosa, dan tubuhnya dibuang ke Tanggerang. beberapa minggu kemudian, mayatnya ditemukan di sungai, dagingnya sudah mula lepas, rambutnya pun sudah tercabut dari kepalanya”

Naudzubillahi mindzalik …

Berita-berita pemerkosaan sekarang ini memang sudah menjadi sarapan pagi bagi kita. setiap hari seakan-akan menjadi berita rutin berbagai media massa, dengan jumlah dan bentuk yang makin bervariasi.

Istilahnya “Untuk mendapatkan berita-berita seperti itu para wartawan tidak mendapat banyak kesulitan”

Kalau kita coba analisis, pada umumya kasus-kasus seperti itu disebabkan oleh beberapa hal :

1. Kondisi wanita itu sendiri

Seorang pria tidak akan mungkin dapat memperkosa bila tidak ada pra kondisi dan momentum yang memungkinkannya berbuat demikian.

Pra kondisi itu berarti keadaan, penampilan, sikap dan tingkah laku dari wanita itu sendiri secara keseluruhan.

menyangkut tutur katanya, berdandan, perilaku, CARA BERBUSANA dan sebagainya.

sedangkan momentum biasanya pada saat seorang “WANITA SENDIRIAN”, di tempat sepi, malam-malam, dan lenggang.

terkait momentum ini, saya ingin mencoba mengaitkan hal ini dengan permalahan “Ketika seorang wanita harus melakukan perjalanan”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam : “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]

Mahrom disini adalah keluarga (yang haram untuk dinikahi). Seorang wanita apabila melakukan perjalanan harus bersama mahromnya atau suaminya.

Lalu dari segi perhitungan waktu atau jaraknya, batasan safar (melakukan perjalanan jauh) ini seperti apa?

saya pernah menanyakan hal ini kepada seorang ustad, kemudian beliau menjawab.

“Jika lamanya perjalanan, misalnya dari tempat A ke tempat B kurang dari sama dengan 24 Jam. Jika lebih, maka wajib bersama mahrom. Masalah menginap atau tidak di tempat B, waktunya tidak masuk perhitungan. Jadi jika hendak melakukan perjalanan, perkirakan waktu dari keluar rumah, sampai menginjakkan kaki ke tempat yang dituju”

wallahualam

dan jikapun kita melakukan perjalan ke suatu tempat dan tidak terkatagori masuk dalam waktu kurang dari sama dengan 24 jam lama  perjalanan,  tetap perlu diperhatikan lagi, sebaiknya bersama seorang muhrim yang bisa kita percaya.

2. Penyebaran opini dan  informasi yang salah melalui film, video, media massa sebagai penunjang

Terlalu jelas untuk menyadari bahwa pemberitaan terperinci tentang kejahatan justru mengundang orang melakukan sebuah tindakan kejahatan .

misalnya saja  bagi para pengkaji sindikat-sindikat kejahatan. Bisa saja mereka belajar dari tanya jawab antara hakin, penuntut, pembela dan terdakwa atau lainnya.

sehingga hal-hal seperti itu mampu menjadi motivasi bahkan keinginan menimbulkan bagi calonn-calon panjahat maupun yang sudah profesional.

3. Peran negara yang perlu dipertanyakan kembali


———————————————————————————————

“Ya Allah, ampunilah kami, lindungilah kami dari kondisi kematian yang buruk. Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29/08/2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: