RSS

Rezeki itu bersumber dari Allah

27 Mar

Pembaca, sebentar saja coba kita renungkan. Tumbuhan yang ada disekitar kita, baik di halaman rumah, ataupun dijalan-jalan, yang mungkin tak pernah kita siram. tetapi tahu-tahu, ketika kita tengok, tumbuhan-tumbuhan itu tumbuh semakin besar saja, bahkan sudah berbuah, yang kemudian bisa kita nikmati bersama keluarga.

Sungguh jika direnungkan, bukankah ini membuktikan bahwa semua telah diatur sedemikian rupa, tentunya olah Dia, Maha Pengatur segala.

Tapi, tidak dapat dipungkiri, pada faktanya keyakinan bahwa rezeki itu bersumber dariNya, seringkali tanpa disadari ditepis begitu saja

Jika melihat lebih jeli,

banyak orang-orang yang takut menikah karena  alasan “dengan apa ia akan memberikan istrinya makan!”

Banyak orang pula yang takut memiliki anak banyak karena alasan “anak 1 aja bingung ngasih makannya pake apa, apalagi banyak”

atau bahkan ada istri yang sering marah-marah karena kedermawanan sang suami, dalam mengorbankan sebagian hartanya untuk berjuang di jalan Allah.

dsb, padahal

seperti halnya tumbuhan tadi, begitupula dengan semua kebutuhan manusia. Sesungguhnya bukan manusia itu yang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, tetapi Allah Swt.

“Dan kami telah menjadikan untukmu dibumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya”

-QS. Al Hijr : 20-

Takutkah diri akan miskin ?

Penulis teringat dengan kisah Ibunda Khadijah, istri Rasulullah yang mampu membuat Aisyah cemburu padanya, karena begitu seringnya Rasulullah menyanjung.

Situ Khadijah merupakan wanita terkaya dikalangan bangsa Quraisy. Setelah menikah dengan Rasulullah, dalam jangka waktu beberapa tahun, hartanya pun tak tersisa, niat ikhlasnya membantu sang suami dalam berdakwah begitu mengagumkan.

walaupun hartanya habis, namun pengetahuannya tentang islam begitu semakin luar biasa, bahkan meluas hingga benua-benua.

Kemudian, coba kita lihat, sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib, bahkan ia hanya memiliki sebuah baju besi dan tombak. Di akhir hidpnyapun ia bahkan tak memiliki apa-apa.

Nyalinya yang begitu besar, seluruh perjuangannya betul-betul dikerahkan hanya di jalan Allah. Ia lah salah satu sang khalifah, bahkan ialah seorang laki-laki yang disandingkan dengan Fatimah, putri Rasulullah. Ia sungguh menjadi sosok yang luar biasa. dan menjadi salah seorang yang dijamin masuk surga, subhanallah.

ukuran kebaikan bukanlah diukur dengan materi. yang dapat mengukurnya hanyalah ketaqwaan, kemauan yang tinggi. Sungguh, Allah Sang Maha Pemberi Rezeki, jangan kita ingkari hal itu. Tak luput satupun apa yang kita kerjakan dari penglihatNya.

Penuhi hati ini dengan rasa syukur,

sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27/03/2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: