RSS

bagaimana islam mengatur hubungan beda keyakinan ?

11 Feb

Beberapa Bulan lalu, ada seorang teman yang memberikan sebuah surat yang berisi pertanyaan terkait hubungan beda keyakinan.

(Sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada mba Aldina Safitri yang telah membantu saya menjawab pertanyaan ini …(n n))

Jazakillah Khairan Katsiran

***

Tanya : aku pernah menjalani hubungan lebih dari teman dengan seseorang berbeda keyakinan.  Kami memutuskan berpisah.  Namun hubungan silaturahmi kami juga terputus.  Aku sudah mengusahakan silaturahim itu namun tidak ada hasil.  Aku mau minta tolong jelaskan aturan islam tentang hubungan berbeda keyakinan agar aku bisa lebih memahami dan lebih mengerti.  Terima kasih ya.

Jawab:

Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia .  Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surat ar-ruum ayat 30 berikut :

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

Sebagai agama yang sesuai dengan fitrah maka islam sangat memahami bahwa dalam diri manusia terdapat fitrah untuk melestarikan keturunan (gharizah nau).    Allah swt berfirman dalam qur’an surat Yusuf ayat 24 :

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.”

Dorongan syahwat kepada lawan jenis merupakan salah satu penampakan dari adanya gharizah nau pada diri manusia.  Ini sangat difahami oleh islam.  Oleh karena itu, islam tidak melarang perkawinan bahkan menjadikannya sebagai sunnah.

Akan tetapi, sebagai sebuah aturan yang bertujuan menyebarkan rahmat bagi semesta alam, islam juga memiliki aturan agar syahwat ini tidak membabi buta sekehendak manusia.  Dalam hal ini islam memiliki seperangkat aturan pergaulan dalam islam (nidhom ijtima’i) yang mengatur agar syahwat tersebut disalurkan demi meraih tujuan penciptaannya yakni melestarikan keturunan_bukan sekedar teman kencan, pacar, atau sekedar asyik-asyikan.

Secara umum_sebelum memandang perbedaan keyakinan yang ditanyakan oleh adinda penanya_, hubungan interaksi antara pria dan wanita dalam rangka berkasih sayang hanya diperbolehkan melalui ikatan pernikahan.  Selebihnya mereka boleh berinteraksi dalam mu’amalah sehari-hari (perdagangan, pendidikan, kesehatan,dll), tetapi bukan dalam rangka berkasih sayang.  Karena hubungan kasih sayang hanya diperbolehkan setelah ada pernikahan maka secara pasti Allah telah mengharamkan tindakan selain itu, seperti pacaran, TTM, kumpul kebo, sex sejenis, dll.  Dari sini islam mengatur aturan sbb => Lihat

Dengan hukum-hukum ini, islam dapat menjaga interaksi pria dan wanita sehingga tidak menjadi interaksi yang mengarah pada hubungan lawan jenis karena interaksi seksual hanya dihalalkan jika sudah ada ikatan pernikahan.

Ikatan pernikahan sendiri sebenarnya disunnahkan di dalam islam.  Akan tetapi, untuk status muslimah menikah dengan pria non muslim, jumhur ulama sepakat bahwa hal ini diharamkan.  Hal ini ditegaskan dalam al-qur’an surat al baqarah ayat 221 :

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Dari penjelasan di atas, adinda sudah melakukan tindakan yang benar yakni dengan memutuskan hubungan khusus yang pernah terjalin.  Tentang silaturahim yang adinda maksud tidak perlu dirisaukan, karena larangan memutus silaturahim itu konteksnya adalah hubungan rahim_hubungan kekeluargaan.  Oleh karena itu kami menyarankan kepada adinda yang sholihah untuk melupakan laki-laki non muslim tersebut dan melakukan taubatun nasuha(taubat sebenarnya) dengan banyak beristigfar dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi.  Bukankah kecintaan Allah kepada kita lebih baik dari dunia dan seluruh isinya?  Demikian, wallahu’alam.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11/02/2011 in Uncategorized

 

2 responses to “bagaimana islam mengatur hubungan beda keyakinan ?

  1. rin

    17/05/2011 at 18:39

    tuhan maha adil..
    Sy adalah seorang muslim,saat ini sy sdg menjalin sebuah hub dgn seorg non muslim(hindu),kami sudah berencana untk menikah..
    Tp sampai saat ini sy msh takut allah akan murka pd sy,lantas bgaimana dgn hati sy?apakah allah akan menerima jika calon suami sy muallaf??apakah allah akan murka??bukankah allah maha segalanya?bukankah allah yg lbh tau pantas ato tidahkx?haram ato halalnya??baik ato burukx?iman sy mungkin blum cukup,tp sy cuma ingin mengajaknya ke jalan yg bnar saja,,apakah itu juga salah?

     
    • Maulida Mulya Rahmawati

      31/05/2011 at 09:11

      Mohon maaf sebesar-besarnya, karena baru bisa balas.

      jodoh itu di tangan Allah, dan ‘tidak mungkin’ Allah menetapkan hamba-Nya untuk berbuat dosa. Hal ini sungguhlah sangat jelas.

      jika “pernikahan beda agama dengan kondisi perempuannya yang muslim”, maka pendapat jumhur ulama mengatakan hukumnya haram.

      niat tulus mba, yaitu bermaksud membawanya ke jalan yang benar, maka usahakanlah itu sebelum pernikahan. dan tentu saja hal ini harus sesuai dengan syara dan sungguh2x.

      Misalnya, mba bisa mengenalkannya kepada seorang ustadz. Jadi, jangan sampai kita mengajarinya, tetapi sambil ‘pacaran’. Dalam hal ini kita harus tetap kuat dalam menjaga interaksi.

      sekiranya seperti itu mba

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: