RSS

Definisi Zina

27 Jan

 

Latar belakang penulisan : Berangkat dari kasus-kasus yang terjadi di tengah masyarakat terkait dengan pergaulan antara wanita dan pria (“miris” saya pikir adalah kata tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut ).

“Zina sepertinya sudah tak malu-malu lagi menampakkan dirinya”

Bahkan dengan bangga, ia berteriak atas nama kebebasan

maka, dikesempatan kali ini, mari kita telaah, apakah yang dimaksud dengan zina? batasannya seperti apa, sehingga seseorang dikatakan berzina?

Definisi zina menurut Malikiyah (untuk menyebut para pengikut madzhab Imam Malik), yang disebut zina adalah persetubuhan  seorang mukallaf (seseorang yang secara hukum dituntut untuk mengamalkan  ajaran agama, orang dewasa, sehat jasmani dan rohani) di vagina wanita yang bukan haknya dengan kerelaan dan sengaja. 

Hanafiyah mendefinisikannya dengan, persetubuhan yang  dilakukan seorang lelaki terhadap seorang wanita yang bukan haknya diorgan  kewanitaannya. 

Syafi’iyyah menjelaskan definisi zina dengan, memasukkan zakar ke dalam vagina yang jelas-jelas diharamkan, dengan sengaja. 

Hanabilah mengartikannya dengan, perbuatan keji/kotor di vagina maupun  di anal. 

Dhohiriyyah mengartikannya dengan, persetubuhan dengan seseorang yang  melihatnya saja tidak dihalalkan, dengan sengaja. Atau, persetubuhan yang  jelas-jelas diharamkan. 

Madzhab Zaidiyyah mengartikannya dengan, memasukkan farji (baik farji  laki-laki, zakar maupun farji wanita, vagina) ke dalam farji, baik vagina  maupun analnya orang hidup yang diharamkan.

Pendapat yang saya yakini kekuatannya adalah pendapat imam syafii bahwa zina adalah masuknya zakar ke dalam vagina perempuan yang tidak halal hubungan itu.  Definisi ini harus dipahami bersamaan dengan ayat al-israa’ 32 yang artinya :

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Dalam ayat ini, Allah mewanti-wanti kepada kita bahwa agar jangan sampai mendekati zina.  Muqaddimah zina (yang mengantarkan pada zina/mendekati zina) saja sudah dilarang, apalagi zinanya ?! haram hukumnya.

***

“Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali”

(Al-Baqarah : 285)

***

Hindarkan perbuatan mendekati zina

Pelajari aturan islam mengenai sistem pergaulan

“Demi ketaatan kita pada Yang Mencintai kita”

 



 
Komentar Dinonaktifkan pada Definisi Zina

Ditulis oleh pada 27/01/2011 in Uncategorized

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: