RSS

Celoteh : Perihal Fakta Jajanan di Pinggir Jalan

23 Des

Siapa yang sering makan di pinggir jalan ?

Sebuah pertanyaan yang cukup klasik, menjawabnya pun, ada yang “IYA” dan ada yang “TIDAK”.

Kenapa iya?

karena jika makan di tengah jalan, jelas bisa ketabrak kendaraan yang sedang asik berlalulalang.

lalu bagaimana dengan yang tidak ?

pasti rentetan alasan akan terpampang, mungkin salah satunya terkait kesehatan

Penulis ingin mencoba bercerita terkait beberapa fakta Jajanan tersebut

Beberapa bulan lalu,  tanpa sengaja melihat seorang bapak tukang gorengan yang menaruh sebungkus minyak diatas penggorengan, saya dan seorang teman memperhatikan sambil bersembunyi di balik pagar.  plastik itu perlahan melebur bersama minyak dan digunakan menggoreng bakwan. Lalu bagaimana dengan tukang gorengan lainnya?  tidak menutup kemungkinan terjadi juga hal yang sama, namun juga bukan berarti semuanya.

Ditambah lagi beberapa hari lalu,

Ketika mengantar seorang teman untuk membeli lauk di sebuah warung makan, saat itu kebetulan sekali sang ibu pemilik warung nasi tersebut sedang ada di dapur, akhirnya kami menghampiri beliau. Saat itu ketika teman saya sedang berbicara dengan sang ibu, saya melirik ke 2 orang (kemungkinan pekerjanya) yang sedang memasak. Saya begitu terpana, bukan karena wajah mbanya yang sangat  manis

, tetapi lebih karena daun bawang yang belum dicuci langsung diiris begitu saja.wah, apakah itu salah satu strategi penghematan air?

Selain itu,

penulis pada akhirnya juga mempunyai pengalaman melihat seorang ibu penjual mie rebus, memasak mie bersama bungkusnya. Kata beliau agar membaginya bisa lebih adil…. kreatif sekali

Mungkin seharusnya para produsen mie menambahkan peringatan pada bungkusnya “bungkus ini tidak untuk direbus dan poliester (plastik) ini tidak untuk dimakan!!”

Saya tidak bisa  membayangkan bungkus dengan berbagai corak tersebut larut dalam air rebusan mie. dan masuk ke dalam tubuh

jika efeknya membuat si pengonsumsi mampu menjadi plastic men atau women, itu mungkin masih mending, namun, jika mempengaruhi secara genetik dan sangat berbahaya….itu yang harus diwaspadai

kejadian-kejadian ini semoga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa kita harus lebih cermat lagi dalam memilih makanan.

Jika bisa masak, sebaiknya memasak sendiri, jika tidak bisa sebaiknya belajar, jika tidak punya waktu untuk belajar masak, lho ko bisa?!  Hidup jangan terlalu tergantung dengan orang lain, walaupun memang manusia takkan mungkin bisa hidup sendiri.

(n n)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23/12/2010 in Celoteh

 

One response to “Celoteh : Perihal Fakta Jajanan di Pinggir Jalan

  1. Kafi

    24/12/2010 at 07:49

    ha2011x…
    tulisan kritis tapi gokil😀
    kreatif2x…
    d^^b

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: