RSS

Cita

20 Nov

Bergumul pada cita seakan simfoni yang takkan pernah selesai

tak berhenti oleh waktu walau hidup hampir usai

sebab, oleh pandai rawi, konon katanya, Ia hadir leluasa dari imaji usia

Tercapai atau tidak, sst…itu hanyalah resia

Baguslah kita biarkan diri kita menikmati alunannya

ilham bagi orang orang yang menghargai akan hidup

bahwa hidup mesti berubah ke arah yang lebih baik

 

2010

***

“terinspirasi dari sang mentari yang terus tanpa lelah hadir di setiap pagi, mematuhi bisikanNya, seakan mengingatkanku akan sebuah hadis,

“Wahai manusia, Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “pada setiap fajar, ada 2 malaikat yang berseru-seru, ‘Wahai anak adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu, manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak akan kembali lagi sehingga hari pengadilan’ (HR Turmudzi),

kutilik lembaran cita yang pernah kubuat, tak kan kubiarkan ia hanya ada di awang-awang, biarkan aku mewujudkannya dan berharap sama pada semua cita yang ada di bumi, semua cita yang terisnpirasi dari Nya. sungguh tangisan meminta di setiap sujud adalah nyanyian teromantis yang pernah aku dengar.

akan selalu ada cita dari jiwa yang hidup, seperti akan selalu ada mentari dari pagi yang cerah…hingga waktunya tiba, ketika cita harus mengucapkan salam perpisahan untuk jiwa yang telah mati dan ketika sang mentari mengucapkan salam perpisahan pada sang pagi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20/11/2010 in Puisi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: