RSS

Dalam kabut Kulihat Bumi

19 Nov

 

 

Wahai sayang…..

Kami manusia bagai raja yang tamak

Air, api, tanah, udara yang menyusun tubuhmu kami rusak

Koyak-koyak tubuhmu untuk  kekayaan pribadi

Bahkan hanya karena keisengan semata

Wahai sayang…..

Kami tak peduli kalau kau telah menua

Karena kami hanya tunduk pada kebutuhan kami semata

Wahai sayang….

Sesungguhnya kami hanya tak sadar

Bahwa kau takkan pernah tunduk pada kami

Saat ini kau hanya membumikan dirimu

Tunduk pada ketentuan-Nya, Sang Penciptamu

Sesungguhnya kami belum sadar

Bahkan berpura tak sadar

Bahwa disaatnya nanti

kami akan dimintai pertanggungjawaban atas kerusakanmu

Kami harus merasakan setiap dalamnya luka ditubuhmu

karena ulah tangan kami sendiri

Wahai sayang……

Sungguh, saat ini pikiranku menerawang begitu jauh

Tentang kehidupan, tentang keadaanmu dimasa yang akan datang

Akankah kau masih diam membumi?

Akankah anak cucuku masih dapat merasakan sehatmu?

Wahai sayang….

Aku masih disini

Menemanimu dalam harap yang dalam

Aku memang takkan bisa mengembalikan kemudaanmu

namun aku kan membuatmu lebih sehat diusiamu yang telah senja

Tidak, bukan aku saja, tapi kami semua, para penghunimu

Wahai sayang……

Bumiku tercinta

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 19/11/2010 in Puisi

 

One response to “Dalam kabut Kulihat Bumi

  1. Kafi

    19/11/2010 at 06:07

    Bencana alam tentu merupakan qadha’ Allah SWT yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Bagi seorang Muslim, bencana alam bisa merupakan cobaan atau ujian. Bencana ini hanyalah agar kita bersabar (QS al-Baqarah [2]: 155-157). Namun, bencana kemanusiaan lebih merupakan peringatan yang Allah SWT timpakan kepada manusia sebagai akibat kemaksiatan mereka. Bencana ini adalah agar manusia segera ingat kepada Allah SWT, dengan segera meninggalkan kemaksiatannya dan segera kembali (bertaubat) kepada-Nya (QS ar-Rum [30]: 41). Bencana kemanusiaan ini sejatinya bisa dihindari oleh manusia. Kuncinya ada dua: Pertama, manusia tidak gemar melakukan kemaksiatan. Kedua, di tengah-tengah mereka selalu berlangsung aktivitas dakwah serta amar makruf nahi munkar.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: