Celoteh
O : Tahun ini kita impor beras lagi
U : Wah, alasannya apa lagi untuk tahun ini ?
O : katanya sih untuk cadangan !
U : Lho, bukannya kemarin juga untuk cadangan. Kalo tahun ini juga untuk cadangan, berarti yang kemarin apa artinya ?
O : Ya artinya mah sebenarnya untuk makan, karena kurang
U : Aduh, saya teh sebenarnya bingung. Kenapa ya sudah tahu sawah kita kurang, tapi sawah-sawah yang ada justru dirusak.
O : Yah, kan lebih untung kalau dijadikan rumah, rent nya lebih besar pastinya.
U : Oh kitunya, hmm jadi ingat pepatah indian kalau teu salah mah :
“Jika Pohon terakhir telah ditebang, Ikan terakhir telah ditangkap. Sungai terakhir telah mengering, Manusia baru sadar kalau uang tak dapat dimakan,”
Celoteh
Gerutu Si buncil habis baca koran tadi pagi:
“Hutan dijadikan kota, kota diijadikan hutan
dibulak-balik seenaknya
memangnya tata ruang teh seperti tata meja makan!”
Gerutu si Buncil disambut hangat oleh si Cilbun yang sejak tadi sibuk mengamati halaman koran yang sudah kembali menebal pasca lebaran:
“Hmm, itu mah Efek terlalu ‘peduli’ terhadap lingkungan bun, jadi tidak bisa diam”
Celoteh :Cerita – Soal yang cerdas
“Sebenarnya kalian yang akan memutuskan nilai berapa yang kalian inginkan, saya hanya sebagai penulis nilai. Selamat mengerjakan” sekilas sambutan bapak Dosen di detik-detik awal ujian
***
Celoteh : Ini tentang Nukleotida
Bagaiamana kalau lambang kesetiaan itu jangan manusia, tapi nukleotida
bayangkan, dari awal guanin akan terus berpasangan dengan sitosin
Adenin akan terus berpasangan dengan timim
Karena tak pernah selingkuh, maka hasil replikasinyapun akan selalu sama
Inilah yang menyebabkan mengapa pisang ambon, anaknya juga pisang ambon
ayam, anaknya juga ayam
Jika terjadi kesalahan pasangan, itu hanya akibat dari adanya perubahan-perubahan, atau disebut mutasi. Namun itu memiliki peluang yang sangat kecil.
Celoteh : Hitam-Putih
Dalam hidup
Hitam putih itu simple
Tetapi tetap saja, takkan ada seorangpun yang akan menawarkan hidup pada hitam.
Seperti tak ada seorangpun yang akan menawarkan mati pada putih
Kecuali ia buta
Kecuali yang ia tahu bahwa “Hitam itu putih, dan putih itu hitam”
Celoteh : Isyarat
Langit yang mulai mengabu memberi isyarat pada alam
bahwa awan akan menangis
Air yang tenang memberi isyarat
bahwa ia sangatlah dalam
Peristiwa kematian didepan mata memberi isyarat
bahwa jiwa juga akan segera
***
Isyarat memang mampu menyampaikan resia
Namun terkadang, isyarat berbalas isyarat
hanya akan menghasilkan isyarat penuh tanda tanya
karena ia mampu menyamarkan sesuatu yang sebenarnya
Celoteh : Sang Peluh Keringat
Di Desa-desa
Bapak-bapak itu bekerja keras dengan menanam cangkul-cangkulnya hanya untuk menghasilkan peluh keringat
Namun di kota-kota
Berpeluh keringat tak perlu kerja keras
cukup terkurung ditengah kemacetan
Sungguh, di kota memang sangat mudah untuk mendapatkan segalanya, termasuk peluh keringat yang mudah kering ditiup semilir udara jenuh.
Celoteh : ……….~
Berita latahkan sebuah wacana
berisyarat atas nama pertanyaan
bertindak atas nama keberanian
bergejolak atas nama kemarahan
kemana hati-hati tak bertepi itu berarah
mengambang di danau kegalauan
di layar yang terlihat hanya cabikan keprihatinan
tersulut sebuah impian
tersulut sebuah permainan
tersisa sebuah pertanyaan….apa yang akan berubah?
apakah hanya sekedar pergantian jubah
ataukah………..(To be continued)
Celoteh : Perihal Fakta Jajanan di Pinggir Jalan
Siapa yang sering makan di pinggir jalan ?
Sebuah pertanyaan yang cukup klasik, menjawabnya pun, ada yang “IYA” dan ada yang “TIDAK”.
Kenapa iya?
karena jika makan di tengah jalan, jelas bisa ketabrak kendaraan yang sedang asik berlalulalang.
lalu bagaimana dengan yang tidak ?
pasti rentetan alasan akan terpampang, mungkin salah satunya terkait kesehatan
Penulis ingin mencoba bercerita terkait beberapa fakta Jajanan tersebut
Ini bukan hanya sekedar sebuah celoteh tentang makna manusia
Suatu waktu di kekosongan kosong
aku kehilangan makna akan manusia
itulah saat
ketika indra tak lagi mengindra realita yang ada
ketika akal tak lagi digunakan untuk berfikir
tak tercapai kesimpulan apapun
hanya sebuah lukisan kehidupan statis







