Catatan hati dan mata

Suatu hari puisi bercerita tentang senyap dan air mata :
bila siang menjelang,
ia kan sembunyikan air mata dibawah dedaunan..
Agar tak lekas kering terpapar matahari
Bila hujan datang,
kan ia bawa air mata kepermukaan..
Agar tak ada seorangpun yg tahu
pada hujan, air mata sesungguhnya ada
senyap tak pernah pandai menemukan kata untuk bicara
Namun ia bukan bisu
Ia hanya tak butuh bicara, manakala larikan air mata dari para pelukis yang ingin lunturkan warnanya
Belum ada komentar.




