Pasang sabuk Niat Dengan Benar Saat Berobat
Penulis pernah iseng bertanya ke beberapa teman :
“Kenapa ketika sakit, kita berobat?”
paling banyak jawabannya : Karena mereka yakin, kalau berobat dapat menyembuhkan.
Sebenarnya jawaban itu sangat umum, tapi sangat berpengaruh karena masalah niat dan hasil yang akan kita peroleh
lho kok bisa?
sebenarnya kunci jawaban pertanyaan tadi cuma satu :
Kita yakin bahwa pastilah Allah yang menyembuhkan
Lalu kalau Allah yang menyembuhkan, kenapa kita harus berobat ?
karena itu diperintahkan. Kita diperintahkan untuk berikhtiar dengan berobat
Jadi kita berobat untuk mencari pahala, mentati perintah Allah, ini point plusnya.
Kalau disembuhkan … ya Alhamdulillah
Ini namanya kauniyah
Celoteh : Cara Modern menghormati Al-Qur’an
Betul-betul sangat menghormati Al-Qur’an
ditaruh di tempat yang begitu tinggi
niatnya betul-betul ingin menghormati
tapi……… kenapa gak diambil-ambil (0 0?)
siapa bilang? diambil kok!
kapan?
nanti kalau ada orang yang meninggal, pasti diambil
terus taruh didekat kepala sang mayit
oh, dibaca?
yah taro aja, nanti setelah selesai acara, ditaruh lagi di atas lemari
(= =”)
Laut
Aku terpikat kepada laut sejak ia menyajikan sebuah sajak
sebuah sajak untuk kami para anak-anak nelayan. Tentang kemilaunya pasir, tentang tongkat angin malam, tentang ringannya senja.
kami semua ingin segera berlari menghampirinya, berkecipak bersama setiap deburannya, tertawa gembira.
tapi tetap saja, sebagian dari kami takut…takut pada bayangan akan kedalamannya, yang akan membuat kami tak mampu bernafas.
(15 Januari 2012, mengenang pantai Tasitolu, timor-timur)

Celoteh : Kafir
Kekafiran itu memang tidak hanya sebatas agama A, agama B, dll (selain agama Islam) (tetapi bukan berarti bisa sembarangan mengkafir-kafirkan orang)
Siapapun yang mengingkari ayat-ayat Allah, Ia masuk dalam golongan Kafir.
Sepandai pandainya kita memasukkan kata agama islam dalam KTP, tetap saja, kekafiran itu bisa kapan saja mengetuk-ngetuk hati kita, menggoda. bahkan masuk.
kalau kita perhatikan (terutama di media, kampus dsb), pada faktanya banyak orang yang mencari-cari bahkan membuat teori-teori baru, yang keluar dari Al-Qur’an.
dengan menjadikan filsafat sebagai landasan berfikir, atau tidak membuat batasan dalam berfikir
bukankah pintu kesesatan itu kita sendiri yang membuknya, dikarenakan keingkaran kepada wahyu Allah.
menutup mata terhadap ayat-ayat Allah
Menutup telinga terhadap seruanNya
Bisu untuk menjelaskan sesuatu berdasarkan aturaNya
dengan alasan “Gak logislah!”
Kematian
Pagi ini saya melihat kalender
terus diperhatikan
“Sudah hari minggu lagi ya”
rasanya cepat sekali
(29 Januari 2012)
—————————————————————————————
Mungkin bukan selera logika ketika kita berfikir bahwa hidup kita akan selalu lama, bahkan mungkin tak pernah dijumpai kata akhir
Saya teringat dengan sebuah buku yang menarik, bahkan sekarang sudah ada CD nya “Malam pertama di alam kubur”

Jika sekarang kita tidur di kasur yang empuk
Suatu hari pasti akan kita rasakan, kita akan tidur dengan posisi yang sama
dihimpit bumi, tak ada yang menemani
hari pertama di sana adalah hari yang paling mengerikan, karena kita akan merasakan sebuah suasana yang betul-betul berbeda
Kalau saja kita bisa lolos dari siksa kubur itu, tentu perjalanan selanjutnya sudah bisa terjamin. tapi sebaliknya, sangat mengerikan perjalanan selanjutnya, andai kita tidak bisa lolos. Dan kita tidak bisa kembali untuk memperbaiki segalanya…semua terlambat.
Ngotot kerja, cari uang siang malam ….terus habis…cari lagi…habis lagi
Makan…keluar…makan lagi…keluar lagi
gak adahabis-habisnya, berulang terus
Sungguh, dunia ini betul-betul hanya sekedar permainan ya (o 0)
Kalau kita tidak bersungguh-sungguh untuk kehidupan sebenarnya kelak (baca: kehidpan akhirat)
Habislah kita, tidak ada yang bisa menolong
“Tobatnya nanti aja deh, kalau sudah tua, mau nikmati masa muda dulu.”
“pokoknya nanti aja deh, masih ada waktu ini, kan masih ada hari esok.”
kuatkan hati kita, ingat-ingat kembali, bukankah “TAMU” yang akan datang nanti, tidak akan bisa kita suruh pulang!
Hari apa, pukul berapa ia datang menemui kita, itu rahasia Allah
Jadi, siap-siap saja, percayalah kedatangannya adalah PASTI.
rencana-rencana yang kita telah susun nanti
sesungguhnya hanyalah ikhtiar kita
niatkan semua karena Allah, agar tak menjadi sebuah kesia-siaan.




