Notes lia

Be the best DA

Catatan Penting : Perjalanan yang berbuah

Ini hanyalah sebuah cerita, tetapi ini cerita yang bukan hanya sekedar cerita.

suatu hari saya sengaja berkunjung ke sebuah museum. saya menanyakan sejarah sebuah tempat, untuk sebuah kepentingan. Setelah sang pemandu bercerita panjang lebar, dan saya pun mengaggapinya dengan pertanyaan sedikit melebar. akhirnya keluarlah sebuah kalimat ini :

“Pemerintah seharusnya tegas, tempat yang mempunyai sejarah itu seharusnya tidak ada pengemis-pengemis yang mangkal. saya bingung kenapa dinas sosial tidak bisa bertindak tegas”

Kemudian, sepulang dari museum, muncul berbagai macam pertanyaan di benak. sambil berjalan, mengamati sekeliling, hingga tiba di sebuah jembatan yang akan saya angkat dalam sebuah cerpen. Langkah saya terhenti, dan saya kemudian duduk bersila disamping salah seorang peminta-minta. tapi istilah peminta-minta sepertinya memang tak layak dilayangkan kepada beliau.

Baiklah, ijinkan saya menuliskan tentang perasaannya…dia yang duduk sepanjang 1/2 hari. dengan topi dan payungnya, duduk tanpa perlu kaki terjulur. selalu tersenyum ramah, melantunkan doa dan rasa syukur ketika koin atau lembaran diberikan padanya. tangannya tak pernah meminta, ia hanya duduk disitu….hanya duduk.

Perlahan dia menunduk, dan berkata setelah saya bertanya kemudian terdiam agak lama sambil memperhatikan orang-orang yang ikut memperhatikan saya, (Jujur saya khawatir pertanyaan yang saya ajukan tidak berkenan di hati beliau, jadi saya terdiam, sambil menikmati terik).

Saya sesungguhnya malu seperti ini. dahulu saya bekerja, saya hidup berbahagia bersama istri dan kelima anak saya.

sampai suatu hari saya terjatuh dari kereta.

Baca selebihnya »

25/01/2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Allah menerangi wajah manusia yang mendengar sabdaku, lalu menghafal dan mengingatkannya kemudian menyampaikannya kepada orang yang tidak mendengarkannya. Boleh jadi orang yang membawa fikih bukanlah orang yang yang fakih, dan boleh jadi orang yang membawa fikih menyampaikannya kepada orang yang lebih fakih ketimbang dirinya.

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

25/01/2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.