Ibu;
Minggu hanya mengandung tujuh hari, tapi kau ijinkan aku tumbuh dirahimmu selama 9 bulan
Kau tarik nafasmu mesra, saat aku bergeliat tanpa tahun
Derai kata penantian yang jatuh dari bibirmu membara rindu
Bergelimpangan kata penuh asa ditinggal sisa windu
“Anakku, ketakutan dan rasa sakit yang menemani kelahiranmu akan ibu hadapi, asal kau selamat tanpa cacat” Begitulah menyerah kata pada kekutan syahidmu
Dan kemudian erangan itu membelah ari-ariku, pisahkan aku dengan kandungmu
Dentingan detik bermain kasih dan sayang bersamaku
Kau petik perlahan waktu. Kita berjalan bersama 36 bulan, dan aku masih bergelayut dipundakmu.
Cerlang matamu begitu mempesonaku
Ada hamparan harapan dalam sentuhan tatapanmu yang merona teduh
Catatan sikapmu kuiikuti, lembaran demi lembaran
Waktu terus kayuhkan pedal usia, tiba dibalighku
Seperti madu, dengan kehatian kau jaga agar tetap terlindung disarangnya
“Anakku, kau lahir di dunia ini dan bertemu dengan sebumi kebahagiaan, tetapi ingatlah Nak, itu hanyalah selangit kesemuan” Gema nasihatmu menyiapkanku
Ketidakstabilan menampar wajahku berulang kali
Kau cemas, namun dengan kesabaran
Remah kemarahan yang tersisa diwajahku itu satu persatu kau punguti
Kau kumpulkan dalam cawan bijak
“Ajarkan padaku Ibu, bagaimana caranya aku membalas sesuatu apa yang tak bisa terbalas?”
Wajah purnama yang merona lepas
Bertahta serdadu awan yang bergerak seirama nafas
Bila saja saat itu gemintang menceritakan hikayat surga
Maka akan aku tokohkan Hang kaki ibuku
Dan disebuah episode cerita, akan ada seorang anak yang terduduk, kemudian sayup-sayup terdengar:
“Ya Allah, aku cinta ibuku, sungguh sangat. Mohon sampaikan padanya selalu Keberkahan-Mu, aamiin” Ucapkan membilang di sepertiga sembilan malam
———————————————————————-
Allah berfirman :
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
QS. Al-Ahqaaf (46) : 15






[...] ilustrasi visual: http://maulidamulyarahmawati.wordpress.com/2011/06/26/ibu/ LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", "other"); [...]
Ping balik oleh Untuk Ia yang Melahirkan Kami « Fikridzul's Blog | 21/12/2011 |