Notes lia

Be the best DA

Tiga Kunci Membangun Kepribadian Islami


“Membangun Kepribadian Yang Islami”

menjadi sebuah topik yang sering kali mungkin didengar atau dibaca, kajian ini selalu diulang-ulang. Pesan-pesan dakwah yang diharapkan dari setiap kajian ini adalah untuk membentuk pribadi-pribadi yang islami dan dari sosok-sosok islami itu, diharapkan dapat menghadirkan islam di pentas kehidupan.

Tentu saja ini menjadi sangat-sangat penting karena terkait dengan bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita dari Azab Allah dan bagaimana kita bertugas untuk menyampaikan pesan-pesan-Nya (QS Al-Ahzab : 45-46).

***

“Ada 3 kunci yang mampu membangun kepribadian Islami ini” Kata Ustad dipengajian subuh hari ini (16/04/2011)

1. Ikhlas

- mampu melupakan kebaikan di dalam dirinya.

ia percaya, bahwa Allah lah yang nanti akan membalasnya, bukankah

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan” (QS Ar-Rahman: 60)

- lupa dengan keburukan-keburukan orang lain (QS Al-Furqan : 63)

-Ikhlas itu rahasia Allah.

ya, sebuah rahasia, dari sekian banyak rahasia-rahasia Allah!

-Berorientasi pada akhirat

Negeri akhirat adalah kekal, lebih tinggi derajatnya dan jelas lebih mulia.

-Tidak bercampur antara yang baik dan yang buruk


2. Produktif

Tanamkan dalam diri kita, bahwa hanya amal-amal sholeh yang akan membawa kita menuju jannah-Nya


3. Tetap Istiqamah hingga kita menutup mata

(lihat surat Hud [11]: 112)

***

mari kita senantiasa berusaha untuk menjadi ulul albab, pribadi yang senantiasa melaksanakan tazakur dan tafakur.

Tazakur : Setiap saat kita dalam keadaan berzikir (baik isi hati, gerak gerik, dan kerangka berfikir kita), karena hal inilah yang akan menyelamatkan kita

Tafakur : Ia senantiasa banyak diam, berfikir bagaimana agar orang lain juga dapat selamat atas kerja kerasnya. karena jika kita perhatikan, pada faktanya, dalam dakwah

untuk kalangan pelajar

untuk kalangan cendikiawan

untuk kalangan umum

untuk preman

dll

masing-masing membutuhkan metode penyampampaian dakwah yang berbeda

karena masing-masing memiliki egonya sendiri

***

note : masing-masing diri kita punya peluang untuk terwarnai oleh keburukan, maka betul jika ada yang mengatakan bahwa hidup ini adalah pertarungan. Siapa yang mampu berusaha menjadi lebih baik dari waktu-kewaktu, ia mampu menjadi pemenang.

Tugas kita hanyalah berdoa dan bekerja keras. Biarkan do’a dan takdir itu berlomba menuju Allah. Jangan pernah berburuk sangka pada-Nya, karena semua tidak ada yang sia-sia.


16/04/2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.