Notes lia

Be the best DA

puisi Ahmadun Yosi Herfanda: SEMBAHYANG RUMPUTAN


[ suka sekali dengan puisi ini, setiap kali membaca,  rasanya tak mampu hati ini  melepas rasa kagum pada sang rerumputan, terkadang ketika berjalan, melihat liukannya yang tersapu angin, mambuat saya mencoba berfikir, ah apakah ia sedang berzikir, kadang saya sengaja menyentuhnya, dan mencoba berbisik dalam hati, "aku cemburu padamu, betapa teguhnya dirimu, tapi aku tak mau kalah, aku juga akan berusaha melakukan lebih baik darimu, lebih teguh darimu" ...., dan terutama untuk sang pembuat puisi ini (Bapak Ahmadun Yosi Herfanda), terima kasih telah membuat karya seindah ini, betapa saya mengagumi setiap baitnya]

***

SEMBAHYANG RUMPUTAN

(Ahmadun Yosi Herfanda)


walau kaubungkam suara azan

walau kaugusur rumah-rumah tuhan

aku rumputan

takkan berhenti sembahyang

:inna shalaati wa nusuki

wa mahyaaya wa mamaati

lillahi rabbil ‘alamin


topan menyapu luas padang

tubuhku bergoyang-goyang

tapi tetap teguh dalam sembahyang

akarku yang mengurat di bumi

tak berhenti mengucap shalawat nabi

sembahyangku sembahyang rumputan

sembahyang penyerahan jiwa dan badan

yang rindu berbaring di pangkuan tuhan

sembahyangku sembahyang rumputan

sembahyang penyerahan habis-habisan

 

 

walau kautebang aku

akan tumbuh sebagai rumput baru

walau kaubakar daun-daunku

akan bersemi melebihi dulu

aku rumputan

kekasih tuhan

di kota-kota disingkirkan

alam memeliharaku subur di hutan

aku rumputan

tak pernah lupa sembahyang

:sesungguhnya shalatku dan ibadahku

hidupku dan matiku hanyalah

bagi allah tuhan sekalian alam

pada kambing dan kerbau

daun-daun hijau kupersembahkan

pada tanah akar kupertahankan

agar tak kehilangan asal keberadaan

di bumi terendah aku berada

tapi zikirku menggema

menggetarkan jagat raya

: la ilaaha illalah

muhammadar rasululah

aku rumputan

kekasih tuhan

seluruh gerakku

adalah sembahyang

1992

17/01/2011 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. ingat puisi in pernah ak bawakan slagi masih SMP..
    menyentuh hati///

    Komentar oleh dinda | 01/02/2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.